ASUS kembali meramaikan pasar flagship lewat Zenfone 12 Ultra, smartphone premium yang menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai pusat pengalaman pengguna. Perangkat ini memadukan desain modern, performa tinggi, dan serangkaian fitur AI yang bekerja baik saat terhubung internet maupun saat luring. Bagi pengguna yang menginginkan ponsel kencang sekaligus asisten pintar di saku, Zenfone 12 Ultra patut masuk daftar pantauan.
Layar 6,78 Inci dan Snapdragon 8 Elite
Zenfone 12 Ultra mengusung layar berukuran 6,78 inci yang dirancang untuk menampilkan konten dengan warna hidup dan gerakan mulus. Di balik layarnya, platform mobile Snapdragon 8 Elite menjadi otak perangkat. Kombinasi ini membuat ponsel terasa gesit untuk multitasking, bermain gim berat, maupun menyunting video. ASUS juga menekankan daya tahan baterai 5.500 mAh yang diklaim mampu menopang pemakaian hingga lebih dari 26 jam, lengkap dengan dukungan pengisian nirkabel Qi 1.3 untuk pengisian yang lebih praktis.
Dari sisi tampilan, perangkat ini tersedia dalam tiga pilihan warna: Sage Green, Ebony Black, dan Sakura White. Pilihan warnanya terbilang kalem dan elegan, cocok untuk pengguna yang menginginkan flagship yang terlihat premium tanpa berlebihan. Desainnya mengutamakan kenyamanan genggaman, meski dengan layar yang besar, pengguna bertangan kecil tetap sebaiknya mencoba langsung sebelum membeli.
Kamera dengan Gimbal Stabilizer
Sektor kamera menjadi salah satu jualan utama Zenfone 12 Ultra. Konfigurasi tiga kamera belakangnya terdiri dari kamera utama 50 MP dengan sensor Sony Lytia 700 dan 6-Axis Hybrid Gimbal Stabilizer 4.0, lensa telefoto 32 MP dengan zoom optik 3x dan OIS, serta lensa ultrawide 13 MP dengan sudut pandang 120 derajat. Kamera depan 32 MP dengan sensor RGBW melengkapi paket ini untuk swafoto dan panggilan video.
Stabilizer gimbal pada kamera utama menjadi pembeda penting. Teknologi ini membantu meredam guncangan saat merekam video sambil berjalan, sehingga hasilnya lebih stabil dibanding stabilisasi biasa. Ditambah fitur AI seperti AI Tracking, AI Portrait Video 2.0, dan AI Voice Clarity, pengguna bisa menghasilkan video yang lebih rapi dengan usaha lebih sedikit. Meski demikian, hasil akhir tetap perlu diuji langsung, terutama untuk video malam dan kondisi cahaya rendah.
AI Hybrid: Cloud dan On-Device
Yang paling menarik dari Zenfone 12 Ultra adalah pendekatan AI hybrid-nya. Saat terhubung internet, pengguna bisa memanfaatkan AI berbasis cloud yang lebih bertenaga. Saat luring, performanya tetap terjaga berkat NPU on-device dari Qualcomm. Artinya, sejumlah tugas AI tetap bisa berjalan tanpa koneksi, misalnya meringkas dokumen atau mentranskripsi rekaman.
Serangkaian AI Daily Tools melengkapi pengalaman ini: AI Transcript 2.0 untuk transkripsi dan ringkasan rapat, AI Article Summary untuk meringkas artikel web, AI Document Summary untuk mengekstrak poin penting dari dokumen, AI Call Translator 2.0 untuk terjemahan real-time saat panggilan, dan Circle to Search untuk pencarian instan. ASUS juga mengintegrasikan model bahasa Meta Llama 3 8B untuk fitur ringkasan on-device, yang diklaim menjadikan Zenfone 12 Ultra sebagai ponsel pertama di dunia yang menerapkan teknologi tersebut. Klaim semacam ini menarik, tetapi nilai nyatanya ada pada seberapa akurat dan cepat ringkasan yang dihasilkan dalam pemakaian sehari-hari.
Untuk Siapa Zenfone 12 Ultra?
Zenfone 12 Ultra paling cocok untuk profesional dan kreator yang membutuhkan ponsel serba bisa: kamera stabil untuk konten, AI untuk merapikan pekerjaan, dan baterai besar untuk seharian penuh. Pengguna yang sering rapat daring, membaca banyak dokumen, atau membuat konten video akan merasakan manfaat fitur AI-nya. Sebaliknya, pengguna yang hanya butuh ponsel untuk chat dan media sosial mungkin tidak memerlukan seluruh kemampuan flagship ini.
Sebelum membeli, ada baiknya memeriksa ketersediaan resmi, harga, dan garansi yang berlaku di pasar Indonesia, karena pemberitaan yang beredar belum merinci seluruh detail tersebut. Bandingkan juga dengan flagship lain di kelas harga serupa, terutama dari sisi kamera, update perangkat lunak, dan layanan purna jual. Ponsel terbaik bukan yang spesifikasinya paling tinggi di atas kertas, melainkan yang paling pas dengan cara kamu memakainya setiap hari.
Jadi, fitur AI apa yang paling kamu butuhkan di ponsel: peringkas rapat, penerjemah panggilan, atau kamera yang lebih stabil? Tulis pendapatmu di kolom komentar!
Sumber: Hedra.id (30 Oktober 2026), Google News Indonesia (30 Oktober 2026).