Tidak semua laptop dirancang untuk meja kerja yang nyaman. Ada pekerjaan yang menuntut perangkat tetap menyala di tengah hujan, debu, guncangan kendaraan, dan lokasi tanpa koneksi internet stabil. Untuk kebutuhan itulah Getac memperkenalkan notebook rugged terbaru, B360X dan B360X Pro, laptop 14 inci yang menggabungkan ketangguhan kelas militer dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dari Intel.
Prosesor Intel Panther Lake dengan AI hingga 180 TOPS
Kedua model ini mengandalkan prosesor Intel Core Ultra Series 3, yang dikenal dengan sandi Panther Lake. Getac mengklaim mesin ini mampu menghadirkan performa hingga 180 TOPS untuk komputasi AI, angka yang mencerminkan kemampuan memproses tugas AI dalam jumlah sangat besar setiap detiknya. Praktisnya, kemampuan ini memungkinkan laptop menjalankan beban kerja AI secara lokal, tanpa harus selalu bergantung pada koneksi internet yang stabil.
Bagi tim lapangan, kemampuan AI lokal adalah terobosan penting. Unit kendali drone, pos komando, atau petugas inspeksi di lokasi terpencil bisa menjalankan analisis data, pengenalan citra, atau asisten cerdas langsung di perangkat. Konfigurasi tertinggi B360X menggunakan grafis Arc B390 12-core yang menyumbang 122 TOPS, ditambah 50 TOPS dari NPU (Neural Processing Unit). NPU ini juga membuat inferensi AI berkelanjutan lebih hemat daya, sehingga baterai bisa bertahan lebih lama saat perangkat hanya mengandalkan dayanya sendiri. Perangkat ini juga memenuhi standar Copilot+ PC dari Microsoft.
Layar Terang yang Tetap Responsif Saat Hujan
B360X dan B360X Pro mengadopsi layar LumiBond berukuran 14 inci dengan resolusi 1920 x 1200 piksel dan tingkat kecerahan hingga 1.400 nits. Layar seterang ini tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung, kondisi yang sering menjadi masalah laptop biasa di lapangan. Layarnya juga diklaim tetap responsif saat dioperasikan menggunakan sarung tangan atau di bawah guyuran hujan, dua situasi yang sangat umum bagi petugas lapangan, teknisi, dan tim tanggap darurat.
Ketangguhannya teruji lewat standar militer MIL-STD-810H dan MIL-STD-461G, serta sertifikasi IP66. Perangkat ini bahkan dirancang tahan jatuh dari ketinggian 1,8 meter saat sedang beroperasi. Artinya, benturan dan cipratan yang bisa merusak laptop biasa, masih dalam batas yang dirancang untuk ditahan perangkat ini. Tentu, sertifikasi bukan jaminan perangkat tidak bisa rusak sama sekali, tetapi memberi gambaran jelas tentang segmen pengguna yang dituju.
B360X Pro untuk Pertahanan, B360X untuk Industri
Getac membedakan kedua varian berdasarkan penggunanya. B360X Pro menjadi lini unggulan yang dikhususkan bagi profesional pertahanan dan militer, termasuk opsi kartu grafis diskrit Nvidia RTX PRO 500 berbasis arsitektur Blackwell. Kehadiran GPU Nvidia memberi keunggulan akses ke ekosistem CUDA, yang hingga kini masih menjadi standar utama dalam banyak pengembangan perangkat lunak berbasis AI. Sementara itu, varian B360X standar lebih difokuskan untuk kebutuhan keselamatan publik, utilitas, serta sektor manufaktur industri.
Pembagian ini penting karena kebutuhan tiap sektor berbeda. Tim militer mungkin membutuhkan akselerasi GPU diskrit untuk beban kerja tertentu, sementara tim utilitas dan manufaktur lebih mengutamakan ketahanan, keterbacaan layar, dan efisiensi daya. Dengan dua varian, pembeli institusi bisa memilih konfigurasi yang paling sesuai tanpa membayar fitur yang tidak dibutuhkan.
Kapan Tersedia dan untuk Siapa?
Kedua model ini dijadwalkan mulai tersedia di pasar pada November 2026, meski belum ada pengumuman resmi mengenai harga jualnya. Karena menyasar segmen profesional dan institusi, harganya kemungkinan berada di kelas premium, dan pembelian umumnya melalui kanal bisnis atau mitra resmi Getac, bukan toko ritel umum. Calon pembeli institusi sebaiknya meminta penawaran resmi dan memastikan konfigurasi, garansi, serta dukungan purna jual yang berlaku di wilayahnya.
Bagi pengguna umum, B360X mungkin bukan laptop yang dicari: bodinya dirancang untuk ketangguhan, bukan untuk tampil paling tipis dan ringan. Namun bagi organisasi yang bekerja di medan ekstrem, laptop seperti inilah yang menjaga pekerjaan tetap berjalan saat perangkat biasa menyerah. Di era AI, perangkat lapangan tidak lagi sekadar alat pencatat data, melainkan pusat komputasi yang bisa mengambil keputusan di tempat.
Menurutmu, pekerjaan lapangan apa di Indonesia yang paling membutuhkan laptop setangguh ini? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!
Sumber: JournalArta (30 Oktober 2026), Google News Indonesia (30 Oktober 2026).